DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol, merupakan salah satu mekanisme pemberian IP pada komputer host atau client secara otomatis. Mekanismenya adalah menggantikan peran administrator jaringan dalam, terutama saat memasukkan IP Address di setiap komputer Client.
tugas buat server DHCP ini sebenernya bahan ujian praktek yang baru aja di laksnain di kampus saya. agak pusing sih kalo kita belum terlalu paham tentang konfigurasi IP nya, karena pada intinya mengkonfigurasi DHCP server itu terletak pada bagaimana menyeting ip – ip yang terhubung di DHCP server itu sendiri.
Tahap – tahap pengkonfigurasian DHCP server di Linux Fedora Core 8:
Tahap1:
- buka terminal
- ubah adari account biasa menjadi account root(tertinggi) caranya:
$ su -
password:
- setelah berubah acccount, cek apakah sudah terinstal DHCP servernya pada fedora caranya:
[root@localhost ~]# rpm -qa | grep dhcp
dhcpv6-client-0.10-51.fc8
libdhcp-1.27-3.fc8
libdhcp4client-3.0.6-10.fc8
libdhcp6client-0.10-51.fc8
dhcp-3.0.6-10.fc8
[root@localhost ~]#
Jika belum maka kita bisa menginstallnya, tapi sebelumnya kita download dulu paketnya kemudian taruh di direktori yang kita inginkan. misal paketnya kita simpan di dekstop, maka kita arahkan ke direktori tersebut baru deh kita instal dengan sintaks:
[root@localhost dekstop]# rpm –ivh dhcp-3.0.6-10.fc8
setelah itu kita bisa memeriksa konfigurasi ip yang ada pada linux dgn sintak
# ifconfig
- jika sudah baru di konfigurasi DHCP servernya, dengan cara mengedit file /etc/dhcpd.conf, kita bisa memakai editor yang ada seperti vi atau nano, karena kami menggunakan editor nano jadi sintaksnya:
[root@localhost ~]# nano /etc/dhcpd.conf
- c0ntoh default sintaks untuk konfigurasi dhcp server dapat di lihat atau di copy di tempat file tepatnya di usr/share/doc/dhcp-3.0.1/dhcpd.conf.sample.
Contoh file yang kami konfigurasi di editor nano :
ddns-update-style interim;
ignore client-updates;
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
# --- default gateway
option routers 192.168.1.1;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option nis-domain "domain.org";
option domain-name "domain.org";
option domain-name-servers 192.168.1.1, 192.168.9.2;
# option time-offset -18000; # Eastern Standard Time
# option ntp-servers 192.168.1.1;
# option netbios-name-servers 192.168.1.1, 192.168.1.2;
# --- Selects point-to-point node (default is hybrid). Don't change this
unless;
# -- you understand Net bios very well
# option netbios-node-type 2;
range dynamic-bootp 192.168.1.2 192.168.1.10;
default-lease-time 21600;
max-lease-time 43200;
# we want the nameserver to appear at a fixed address
}
6. Setelah mengubah configurasi DHCP Server, selanjutnya restart service supaya dapat digunakan dengan perintah:
[root@localhost~]# service dhcpd restart
- untuk mengaktifkan DHCP server daemon beri perintah:
[root@localhost ~]# /etc/init.d/dhcpd start
Memulai dhcpd: [OK]
8. Untuk melihat dan mengetahui alamat yang telah digunakan oleh client, dapat dilakukan dengan melihat file /var/lib/dhcp/dhcpd.leases.
